Batuk Tak Berkepanjangan, Jangan Coba-coba Makan Ini

Jakarta - Saat batuk, kadang beberapa orang masih tetap mengonsumsi makanan dan minuman yang diinginkan karena menganggap batuk adalah penyakit sepele.
Padahal, dilansir dari dari laman times of India, saat batuk perlu menghindari beragam makanan dan minuman di antaranya adalah makanan yang digoreng, gula, produk dari susu, hingga kafein. Sebab, bisa membuat batuk berkepanjangan.

Menurut Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma, dr. Helmin Agustina Silalahi membenarkan makanan yang digoreng dapat merangsang reseptor batuk dalam saluran napas, terutama jika minyak untuk menggoreng sudah digunakan berulang kali.

"Jenis makanan yang harus dihindari saat batuk adalah makanan yang digoreng atau mengandung bumbu-bumbu yang terlalu tajam, makanan dan minuman terlalu dingin. Minyak dapat merangsang reseptor batuk di saluran napas, terutama minyak yang sudah berulang kali digunakan," ujar dr. Helmin kepada detikHealth, Minggu (24/2/2019).

Sementara itu, lanjut dr. Helmin, produk susu dapat membuat dahak semakin kental dan lebih sulit dikeluarkan. Untuk itu, jika ingin mengonsumsi susu, imbangi dengan meminum cairan lebih banyak. Asupan gula juga harus dihindari karena dapat menurunkan reaktivitas dari sel darah sehingga daya tahan tubuh bisa berkurang.

"Kafein menyebabkan pengeluaran cairan dalam tubuh meningkat. Hal ini tidak baik untuk penyembuhan batuk, malah sebaliknya harus meningkatkan asupan cairan untuk mempercepat penyembuhan batuk," sambung dr. Helmin.

Bukan hanya itu, dr. Helmin juga menyarankan untuk memperhatikan asupan makanan dan minuman yang mengandung banyak vitamin dan antioksidan untuk membunuh kuman dan meningkatkan daya tahan tubuh.

"Makanan dan minuman hangat seperti sup dan teh jahe dapat melancarkan aliran darah, madu, buah dan sayur yang kaya akan vitamin dan antioksidan bisa membantu melawan kuman dan meningkatkan daya tahan tubuh, dan minum cairan yang cukup dapat berasal dari jus buah, teh atau air hangat," jelas dr. Helmin.

Namun jika batuk sudah terlanjur melanda, atasi segera dengan obat batuk tapi pastikan kenali dahulu jenis batuknya agar obat yang dipilih cocok dengan gejala yang muncul. Jika obatnya tepat, batuk pun bisa mereda lebih cepat.

"Pertama harus mengenali batuknya dulu, berdahak atau tidak. Untuk yang berdahak digunakan kandungan pengencer dahak dan membantu pengeluaran batuk. Contoh kandungannya adalah guafenesin dan bromhexin. Jika tidak berdahak, gunakan kandungan yang menekan batuk seperti dextrometorfan," kata dr. Helmin.

Jika mengalami batuk berdahak, pilih obat batuk berbahan alami seperti Woods' Herbal Cough Syrup. Obat batuk ini bisa meredakan batuk berdahak tanpa menyebabkan kantuk, tidak mengandung alkohol, dan mengandung 3DM (daun ivy, daun meniran, daun mint dan madu) sehingga dapat menjaga daya tahan tubuh saat batuk. (detikHealth)


Post Terkait

Tinggalkan Komentar