Barito.Net - Creating New Perspective

header-ad
header-ad
Hutsi Klaim lakukan serangan ke Pabrik minyak Saudi

Hutsi Klaim lakukan serangan ke Pabrik minyak Saudi

BARITO.NET - Riyadh,  Kelompok separatis Hutsi Yaman mengklaim telah melakukan serangan drone pada fasilitas minyak di Arab Saudi bagian tenggara pada sabtu (17/8), lapor Anadolu Agency.

Dilansir AFP, yang mengutip pernyataan dari perusahaan energi milik Arab Saudi, Aramco, serangan tersebut menyasar sebuah fasilitas gas alam di Shaybah. “Tim tanggap dari Saudi Aramco telah dapat mengendalikan kebakaran di lokasi yang terbatas di pabrik minyak Shaybah,” kata perusahaan energi itu dalam pernyataannya.

“Serangan tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun cedera, juga tidak ada gangguan terhadap pengoperasian Saudi Aramco,” tambah pernyataan itu.

Serangan pada Sabtu pagi itu juga diklaim dilakukan Hutsi yang melancarkan serangan “besar-besaran” dengan mengerahkan 10 unit drone dan menargetkan instalasi pabrik minyak Saudi.

Seorang juru bicara Hutsi, yang dikutip stasiun televisi pemberontak, Al-Masirah, mengatakan bahwa akan ada serangan yang lebih besar dan ganas terhadap Arab Saudi, jika negara itu melancarkan balasan.

Sementara Menteri Energi Arab Suadi, Khalid al-Falih, mengatakan bahwa serangan drone terbaru dilancarkan pada pukul 03.20 dini hari menggunakan drone jebakan. “Otoritas Saudi mengecam keras serangan itu,” kata Al-Falih.

“Sabotase teroris ini mengikuti serangkaian serangan, termasuk terhadap kapal tanker minyak, yang bertujuan mengganggu pasokan minyak internasional.”

“Tindakan itu tidak hanya ditujukan kepada Arab Saudi, melainkan juga terhadap perekonomian global,” tambah Al-Falih.

Sebelumnya diberitakan, kelompok Hutsi mendesak kepada koalisi militer Arab Saudi untuk menarik pasukannya dari Yaman menyusul keputusan Uni Emirat Arab yang akan mengurangi jumlah tentaranya di negara itu.

Uni Emirat Arab telah mengumumkan akan mengurangi jumlah tentaranya di Yaman yang sedang dilanda peperangan melawan pemberontak Hutsi.

UEA telah menjadi mitra kunci dalam koalisi militer pimpinan Arab Saudi di Yaman, yang mulai mengintervensi peperangan di negara itu pada 2015, untuk mendukung pemerintah Presiden Abedrabbo Mansour Hadi, yang diakui internasional, menghadapi pemberontak Hutsi, yang didukung Iran.

Pengurangan tentara di Yaman itu tak lepas dari pergeseran strategi yang dijalankan oleh koalisi, dari strategi “mengutamakan militer” menjadi “mengutamakan perdamaian”.

Barito

BARITO.NET adalah portal media online yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman informasi. Portal berita ini selama 24 jam dalam sepekan selalu update, dan secara kreatif mengawinkan teks, foto, video dan suara.

Tinggalkan Komentar