Barito.Net - Creating New Perspective

header-ad
header-ad
Kalah Hitung Cepat, Saham Saratoga Milik Sandi Naik Turun

Kalah Hitung Cepat, Saham Saratoga Milik Sandi Naik Turun

BARITO.NET - Pilpres telah dilakukan. Meski hasil perhitungan manual KPU belum keluar, namun sudah banyak bertebaran hasil hitung cepat yang dikeluarkan berbagai lembaga survei.

Seluruh hasil hitung lembaga survei menunjukkan kemenangan bagi pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

Hasil itu sepertinya cukup mempengaruhi beberapa saham secara spesifik. Terlebih bagi saham-saham yang berkaitan bagi orang-orang penting di kedua belah kubu.

Seperti saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) yang pada perdagangan kemarin anjlok cukup dalam. Jika dilihat sepanjang pemilu saham SRTG cukup fluktuatif.

Pada perdagangan kemarin saham SRTG bergerak seharian di zona merah. Sempat anjlok cukup dalam, meski di akhir perdagangan pelemahannya kian menipis.

Pada perdagangan sesi pertama kemarin saham SRTG sempat turun ke level Rp 3.400 atau anjlok 11% dari penutupan sebelumnya Rp 3.840.

Setelah itu saham SRTG kembali menguat, meskipun masih berada di zona merah. Namun di akhir perdagangan saham SRTG hanya turun 1,56% ke posisi Rp 3.780.

Seperti diketahui Sandiaga Uno calon wakil presiden pasangan Prabowo Subianto merupakan salah satu pemilik dan pendiri dari perusahaan investasi ini. Sandi sudah beberapa kali menjual kepemilikan sahamnya di SRTG dan diakuinya untuk dana kampanye.

Terakhir kali Sandi jual saham SRTG totalnya 19 juta lembar di bulan April 2019. Seluruh penjualan saham SRTG itu dilakukan di harga Rp 3.775 per lembar saham. Jika dihitung maka total dana yang didapat Sandi sebanyak Rp 71,7 miliar.

Jumlah saham SRTG yang dimiliki Sandi pun kembali berkurang. Sebelum transaksi-transaksi itu dia memiliki 605.365.429 lembar saham atau 22,3138%, kemudian berkurang menjadi 586.365.429 lembar saham atau setara 21,6134%.

Jika dilihat dari September 2018 saham SRTG bergerak cukup dinamis. Pada 24 September 2018 saham SRTG tercatat berada di posisi Rp 3.930.

Esok harinya pada perdagangan 25 September 2018 saham SRTG naik cukup tinggi 6,87% ke posisi Rp 4.200.

Tren positif saham ini terus berlanjut. Hingga pada 3 Oktober 2018 SRTG mencapai posisi tertinggi sejak kampanye dimulai yakni Rp 4.250.

Namun pada 5 Oktober 2018 saham SRTG turun lagi ke posisi Rp 3.680. Kemudian pada 21 Desember 2018 saham SRTG mencapai level terendah selama masa kampanye yakni Rp 3.600.

Setelah itu saham SRTG bergerak cukup stabil di posisi Rp 3.700-3.800. Masa kampanye berlangsung cukup aman meski sering muncul di media sosial gesekan antar kubu.

Menariknya pada perdagangan 11 Maret 2019 secara tiba-tiba saham SRTG melejit 20,05% ke Rp 4.490 yang jadi posisi tertinggi dari awal tahun. Saat itu marak di media aksi jual saham yang dilakukan Sandi.

Namun keesokan harinya pada 12 Maret 2019 saham SRTG kembali merosot. Tercatat saat itu saham SRTG turun 13,81% ke Rp 3.870.

Menurut catatan detikFinance, Sandi sudah menjual 140.350.000 juta lembar saham SRTG. Pada Oktober 2018 kepemilikan Sandi di saham SRTG sebanyak sebanyak 754.115.429 saham atau 27,79%, kini kepemilikannya berkurang menjadi 613.765.429 lembar atau 22,623%.

Jika ditotal, nilai transaksi dari aksi penjualan saham SRTG yang dilakukan Sandi sudah mencapai Rp 671,17 miliar.

Pertama kali Sandi melepas sahamnya di SRTG sebanyak 51.400.000 lembar saham senilai Rp 194,08 miliar. Saham itu dijual di harga Rp 3.776.

Sandi menjual saham SRTG itu dalam dua kali transaksi. Transaksi pertama dilakukan pada 2 Oktober 2018 dengan menjual 12.000.000 lembar saham dan 3 Oktober 2018 sebanyak 39.400.000.

Kemudian dia juga melepas saham SRTG pada 8 Oktober 2018 sebanyak 28 juta lembar di harga Rp 3.776 dan 9 Oktober 2018 sebanyak 2,1 juta lembar saham di level Rp 3.802. Total nilai transaksi di dua hari itu mencapai Rp 113,7 miliar.

Pada 26 November juga ada penjualan saham SRTG yang dilakukan Sandi di pasar negosiasi. Berdasarkan data transaksi bursa, terjadi transaksi jual-beli saham SRTG senilai Rp 37,76 miliar yang tercatat dilakukan investor asing. Jumlah saham yang ditransaksikan sebanyak 10 juta saham.

Lalu Sandi kembali melaporkan empat kali transaksi penjualan saham dari kurun waktu 27 November 2018 hingga 4 Desember 2018. Total jumlah saham yang dilepas Sandiaga tercatat mencapai 41,8 juta saham.

Dari empat kali transaksi tersebut harga jual setiap transaksi Rp 3.776/saham. Artinya Sandiaga mendapatkan dana Rp 157,84 miliar.

Pada 13 Desember 2018 Sandi juga mengumumkan melepas sebanyak 17.050.000 lembar saham. Seluruhnya dijual pada harga Rp 3.776. Jadi jika dihitung nilai transaksinya mencapai Rp 64,38 miliar.

Pada 20 Maret dijual sebanyak 6,40 juta saham di harga Rp 3.776. Kemudian, pada 26 Maret dijual 2 juta saham dengan harga saham yang sama. Dari dua transaksi ini, Sandiaga mengantongi Rp 31,71 miliar.

Kemudian pada 9 April 2019 Sandi melepas 2 juta lembar saham. Lalu pada 10 dan 12 April dia juga menjual saham SRTG masing-masing sebanyak 7 juta dan 5 juta lembar saham.

Dari 3 aksi penjualan saham SRTG itu dilakukan di harga Rp 3.775 per lembar saham. Jika dihitung maka total dana yang didapat Sandi sebanyak Rp 71,7 miliar.

Barito

BARITO.NET adalah portal media online yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman informasi. Portal berita ini selama 24 jam dalam sepekan selalu update, dan secara kreatif mengawinkan teks, foto, video dan suara.

Tinggalkan Komentar