Mengenal Penajam Paser Utara dan Kukar, Ibu Kota Baru Indonesia

BARITO.NET Jakarta, - Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan calon ibu kota negara yang baru Republik Indonesia adalah Kalimantan Timur. Dua wilayah yang diputuskan jadi ibu kota baru yakni Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara.

"Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur, " kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/8).

Penajam Paser Utara adalah wilayah yang awalnya masuk Kabupaten Paser. Namun atas inisiatif sejumlah masyarakat, Penajam Paser Utara menjadi kabupaten sendiri pada 2002. Terdapat empat kecamatan di kabupaten ini yakni Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku

Penajam Paser Utara dianggap tidak berada di wilayah potensi gempa dan erupsi karena memiliki topografi lahan yang relatif datar.

Selain itu, sumber daya alam di wilayah ini dianggap melimpah baik dari perkebunan, pertanian, perikanan, peternakan, pertambangan, hingga kehutanan.

Gubernur Kaltim Isran Noor menyebut wilayah di Penajam Paser Utara yang akan jadi wilayah ibu kota adalah Sepaku Semoi.

Sementara Kutai Kartanegara merupakan kelanjutan dari Kabupaten Kutai sebelum terjadi pemekaran wilayah pada 1999. Topografi wilayah di kabupaten ini sebagian besar bergelombang sampai berbukit dengan kelerangan landai sampai curam.

Penduduk di Kabupaten Kutai Kartanegara sebagian besar merupakan penduduk asli dan penduduk pendatang seperti Jawa, Bugis, Banjar, Madura, Buton, dan lain-lain.

Sementara struktur perekonomian wilayah ini didominasi sektor minyak dan gas bumi, pertanian, dan pertambangan.

Di Kutai Kartanegara, wilayah yang disebut Isran Noor bakal jadi lokasi baru ibu kota adalah Kecamatan Samboja.

Samboja sendiri terkenal dengan keberadaan Bukit Soeharto. Bukit seluas 61.850 hektar ini pernah dikunjungi Jokowi beberapa waktu lalu. 

Samboja yang terletak di wilayah pesisir Kabupaten Kutai Kartanegara ini berada di antara Balikpapan dan Samarinda dengan luas wilayah mencapai 1.045,90 km persegi. Kecamatan ini dihuni oleh 63.128 jiwa per tahun 2017.

Kecamatan ini memiliki lima sungai dengan panjang lebih dari 10 kilometer. Rancangan infrastruktur yang efektif dinilai perlu di wilayah ini agar Samboja tak terkena banjir tahunan seperti Jakarta.

Sebagai salah satu wilayah penghasil minyak bumi dan gas alam di Indonesia, Samboja menjadi rumah bagi tiga perusahaan migas multinasional yakni Total E&P Indonesia, VICO Indonesia, dan Chevron.

Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara dianggap paling ideal dan strategis untuk memindahkan pusat pemerintahan Indonesia yang baru. Selain itu, posisinya juga mudah diakses dan tidak rawan bencana. 

Keduanya juga merupakan kawasan yang masih berkembang dan belum banyak dihuni penduduk layaknya kota-kota di Jawa. Meski demikian, keduanya terletak dekat dengan kota Balikpapan yang dinilai cukup maju secara ekonomi.

Sempat Jadi Provinsi Terluas Kedua

Sebelum terjadi pemekaran Kalimantan Utara, Provinsi Kalimantan Timur merupakan provinsi terluas kedua di Indonesia setelah Papua. Luas daratannya mencapai 127.267 km persegi dan luas pengelolaan laut mencapai 25.656 km persegi.

Provinsi Kaltim dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Provinsi Kalbar, Kalsel, dan Kaltim dengan Aji Pranoto Tumenggung Pranoto sebagai gubernur pertama.

Katim sebelumnya merupakan salah satu karesidenan dari provinsi Kalimantan yang dipecah menjadi tiga provinsi pada tahun 1956 menjadi Kaltim, Kalsel, dan Kalbar. Pada tahun 2012, Kaltim kembali dipecah dan melahirkan provinsi baru yakni Kalimantan Utara.

Ibu kota Kaltim adalah Samarinda. Selain itu ada juga kota besar Balikpapan sebagai kota pelabuhan. Kaltim berbatasan dengan Kalimantan Utara di sisi utara, Selat Makassar dan Laut Sulawesi di sisi timur, Kalsel di sisi selatan, serta Kalteng, Kalbar, dan negara bagian Serawak Malaysia Timur di sisi barat.

Berdasarkan sensus tahun 2010, Kaltim dihuni 3.047.500 jiwa jiwa penduduk. Jumlah ini naik sebesar 736.338 jiwa dari hasil sensus di tahun 2003 yakni 2.311.162 jiwa.

Kaltim memiliki topografi bergelombang dengan tingkat kemiringan landai hingga curam. Sementara daerah dataran rendahnya banyak dijumpai di sepanjang sungai yang berpengaruh terhadap komoditas yang dihasilkan, potensi air, hingga kerentanan terhadap erosi di Kaltim.

Dengan kondisi tersebut, provinsi ini memiliki sumber daya alam melimpah yang sebagian besar diekspor ke luar negeri. Kaltim tercatat menjadi penghasil devisa utama di sektor pertambangan dan kehutanan. Namun penebangan hutan ilegal menjadi salah satu masalah yang kerap ditemukan di provinsi ini, salah satunya di Taman Nasional Kutai, Kabupaten Kutai Timur.

Selain sumber daya alam, pengelolaan pariwisata dan industri pengolahannya juga menjadi sektor yang berkembang cukup baik di Kaltim. 

 

Sumber: CNN Indonesia


Post Terkait

Tinggalkan Komentar